
Bendahara PMI Sumbar menyerahkan Piagam dan Kenang-Kenangan kepada Tim WASH yang habis masa tugas di TDB PMI Sumbar hari ini (23/01/2026) untuk kembali ke daerah asal, Bekasi.
TERIMAKASIH PARA RELAWAN DI DAERAH BENCANA.
•• Tangan Yang Membantu Lebih Suci Daripada Bibir Yang Hanya Berdoa
•• Teruslah Bergerak, Karena Setiap Lumpur Yang Dibersihkan Adalah Jalan Menuju Harapan Baru Bagi Mereka Yang Terdampak
•• Dan Akan Jadi Amal Jariah Bagi Yang Membantu…
•• Banjir Mungkin Menghanyutkan Harta Benda, Tapi Ia Tidak Akan Pernah Bisa Menenggelamkan Rasa Kemanusiaan.
•• Lelah Hari Ini Adalah Pondasi Bagi Senyum Mereka Esok Hari.
•• Menjadi Relawan Bukan Berarti Memiliki Waktu Luang, Tapi Memiliki Hati Yang Besar.
•• Jangan Biarkan Rasa Lelah Mengalahkan Niat Tulusmu.
•• Di Tengah Arus Yang Deras, Kamulah Jangkar Bagi Mereka Yang Kehilangan Arah … Setiap Tetes Keringatmu Adalah Bukti Bahwa Dunia Ini Masih Dipenuhi Orang-Orang Baik.
•• Terimakasih banyak, dan Salam hormat kepada para Relawan di Lapangan … Semangat saudara saudara menjadi nafas penggerak untuk Ummat bangkit kembali …
Ulasan mengenai “Bencana dan Kebudayaan” … Kita dapat berbuat banyak mengatasi Banjir Longsor di Sumbar, melalui kajian BENCANA dan KEBUDAYAAN yang mendalam..
- Kenyataan daerah ditimpa bencana BANLOR (Banjir Longsor) ini didiami oleh masyarakat beradat, berkeyakinan, beragama, berbudaya
- Khusus Sumbar ada kekuatan tersimpan dalam UU 17/2022 psl.5 terkait implementasi nya
- Pemulihan bencana di Sumbar semestinya berbasis Nagari
- Ikut sertakan unsur unsur di Nagari
- Padukan kekuatan Ranah dan Rantau
- Nyatanya bencana berdampak ekososdikbud jangka panjang
- Daya beli masyarakat terdampak telah menurun
- Kekayaan fisik berkurang
- Jangan biarkan kekuatan spiritual hilang
- Perhatikan Ramadhan sudah dekat, sarana prasarana pembinaan moral spiritual melemah, perlu perhatian serius
- Sumber ekonomi, umumnya masyarakat terdampak adalah pertanian, dan kedai kecil dikampungnya
- Ini SDH habis, mengubah ke bidang lain terasa sulit. Segera perbaikan dpt dikaitkan dgn program swasembada pangan, buka lahan baru dsb
- Transportasi mesti terbuka luas, kebiasaan masyarakat Sumbar mobilisasi horizontal cepat dengan MERANTAU
- Tumbuhkan semangat masyarakat terdampak bangkit dengan kaki sendiri
- Bencana memang melahirkan kemelaratan. Bila terkelola dengan baik dan positif menjadi kekuatan untuk bangkit dan sikap optimis
- Kemelaratan terpelihara dengan malas dan bodoh serta terisolasi
- Budaya mendorong kreativitas masyarakat inovasi dan investasi materiil juga spiritual sesuai basis falsafah kebudayaan yang dimiliki masyarakat berbudaya tersebut
- *Trending mesti dilahirkan adalah #Sumbar Bangkit Bersama
- UU.17/2022 tgl. 25 Juli 2022 pasal 5 ayat c, menyatakan Sumbar memiliki keistimewaan khusus, yaitu punya “falsafah kebudayaan MINANGKABAU, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, sesuai aturan Adat Selingkar Nagari” yang mencakup sepuluh puncak kebudayaannya, antara lain 👉 bahasa, adat istiadat, tradisi, situs, seni, tari (ethno music), bangunan (peralatan, senjata, weapon), sejarah, ritual, kuliner (pakaian),… Semuanya menjadi kekayaan budaya etnis (bangsa), Minangkabau yang mesti dilesatarikan dan dikembangkan menjadi kejayaan bangsa Indonesia.
- Terimakasih banyak. Salam hormat.
Wassalam, Buya H. Masoed Abidin – PMI Sumatera Barat


